MUSIK TEKNOLOGI MIDI

Maret 4, 2017

Pengenalan Musik MIDI

Musik MIDI dengan teknologi Komputer sangat mudah dipelajari dan dipraktekkan.
Anda dapat membuat musik lengkap dengan irama drum/perkusi ditambah piano, bas, gitar, instrumen musik lainnya.
Peralatan yang diperlukan hanya Komputer PC/Notebook/Laptop + Alat Musik keyboard untuk memainkan lagu + Kabel MIDI USB + program musik sequencer seperti CAKEWALK/ SEKAIJU untuk merekam data-data MIDI dari alat musik keyboard dari berbagai merek seperti YAMAHA, CASIO, ROLAND, dll yang memiliki port MIDI IN & OUT untuk menghubungi kabel MIDI ke Komputer via USB.

Februari 11, 2017

MIDI, PERJALANAN & PERKEMBANGANNYA

1981: Dave Smith dari Sequential Circuits mengetengahkan proposal standarisasi interface untuk Synthesizer atau Universal Synthesizer Interface (USI) pada konvensi AES (Audio Engeneering Sociaty) di New York yang merupakan cikal bakal MIDI (Musical Instrument Digital Interface).

1982: Roland merupakan pemberi konstribusi yang paling besar pada spesifikasi USI, nama MIDI disepakati sebagau pengganti USI dan Prophet-600 dari Sequential Circuit merupakan Synthesizer yang pertama dilengkapi dengan MIDI.

1983: Pada NAMM Show Prophet-600 dan Roland Jupiter-6 melakukan komunikasi antar Synthesizer via MIDI. Yamaha memproduksi DX-7 dan MMA atau (MIDI Manufactures Association) dan JMSC (Japan MIDI Standards Committee) serta IMA (International MIDI Association) didirikan.

1984: JLCooper memperkenalkan pengontrol lampu dengan MIDI (MIDI Controlled Lighting Unit). Roland memproduksi SBX-80 interface MIDI dan SMPTE. Yamaha memproduksi D-1500 Signal Processor yang pertama menggunakan MIDI program Change. Emu memproduksi Sampler Emulator-II dengan 17 detik sampling time yang dilengkapi dengan MIDI.

1985: ATARI memproduksi computer yang pertama dilengkapi dengan MIDI Port dan menguasai seluruh pasar Eropa. Sound Designer bekerja sama dengan Machintos dalam produk Audio Digital. Southworth, Mark of the Unicorn serta Opcode memperkenalkan produk produk MIDI mereka.

1986: JL Cooper memperkenalkan MAGI 16-channel mixer dengan MIDI Automation system dan MIDI MUTE 8-channel Sequencer Controller muting.
MEGAMIX dari MID Inc., mengeluarkan automation mixer yang menggunakan computer (PC) sebagai controller. AKAI memproduksi MPX-820 stand olone mixer yang menggunakan MIDI sebagai controller. MIDI/XLV dari Clarity’s merupakan produksi automation buat LEXICON 224 XL via MIDI, sedangkan LEXICON PCM-70 adalah produksi LEXICON yang pertama yang menggunakan MIDI untuk mengontrol parameter signal processor secara individual via MIDI continous controllers.

1987: MMA menetapkan implementasi MIDI TIME CODE MTC interface MIDI-SMPTE dan SAMPLE DUMB STANDARD interface MIDI dengan Digital Audio. Lota 8-Channel MIDI fader (controller) dipasarkan dengan harga di bawah $US 500. Digidesign memproduksi Q-Sheet, Automisasi MIDI Events untuk Machintos yang dilengkapi dengan MTC dan SMPTE. ADA memproduksi MP-1, MIDI controller untuk mengontrol preamp tabung (Tube preamp).

1988: Alchemy memproduksi alat transmisi Digital Audio lewat SCSI pada Ensoniq EPS dan Emulator III. Digidesign memperkenalkan DSP board yang pertama untuk computer Mac II. Digitech memproduksi IPS-33 harmonic instrument via MIDI. Alesis memproduksi Quadraverb salah satu signal processor MIDI yang banyak digunakan.

1989: Lone Wolf memproduksi MIDITap, MIDI network untuk studio. Digidesign memproduksi Sound Tools, basic Integrated MIDI Sequencer dengan Hrd-Disk recorder. TASCAM memperkenalkan 688 MIDI Studio dan FOSTEX memproduksi R-8 multitrack recorder dengan MTC-1 cikal bakal MIDI Machine Controller (MMC).

 

 

Mei 30, 2016

Chord G

11. Untuk mainkan iringan lagu pertama Anda, Merrily We Roll Along, Anda perlu belajar chord baru: G.

Menggunakan metode chord single-finger:

fingered-chord-left+chord G

Menggunakan metode fingered chord:

fingered-chord-left+chord-fingered-chord-method

Sebelum dilanjutkan, periksa setelan keyboard Anda:
Single-finger chord atau fingered chord + Memory (jika ada).
Rhythm: Rock
Tempo: medium

Info: www.pelopor.com

Agustus 12, 2010

Driver Sound Card untuk Windows

Ada beberapa driver yang digunakan oleh Windows sampai saat ini ada tiga yaitu MME, WDM & ASIO.

MME
Pada awalnya ada MME, tapi tanpa standard untuk high-performance dan oleh sebab itu dihindarkan oleh pengguna profesional, driver ini merupakan sebuah standard Microsoft yang mudah dalam pembuatan code nya.
Setiap aplikasi audio berdasarkan Windows akan begitu mendukung keberadaan ini, merupakan bagian yang dasar dari windows dan jika aplikasi tersebut tidak men support driver ini maka aplikasi-aplikasi ini tidak akan bisa berjalan. Jadi, jika kita tidak punya pilihan lain, kita dapat selalu memastikan bahwa setiap aplikasi audio akan menggunakan driver ini.

WDM
WDM adalah standard paling baru untuk driver multimedia di sistim operasi Windows. Dimulai dengan Windows ME dan dilanjutkan sampai Windows 2000 dan XP. Sekarang ada patches untuk membuat WDM berjalan di Windows 98 Second Edition. tapi ini tidak akan berjalan pada Windows 98 original release. Driver ini lebih tinggi kemampuannya daripada driver MME, sebanding dengan ASIO, berkemampuan seperti WDM yang sangat bergantung pada para pembuat Sound Card dan driver.

ASIO (Audio Streaming Input/Output)
ASIO adalah sebuah protokol transfer audio beragam channel  yang digunakan oleh banyak peralatan MIDI.
Driver ASIO telah dikembangkan untuk high-performance dan low-latency yang ditujukan pengguna studio profesional. Oleh karena itu, ini bukan selalu sebuah pilihan, sedikit sound card dan program aplikasi musik mendukung ASIO. ASIO bukan suatu bagian default  dari sistim Windows, driver ini dibuat oleh industri pihak ketiga, dan oleh sebab itu, dalam penggunaannya kita harus memastikan dua hal, pertama, sound card kita memiliki driverASIO sebagai bagian dari bundel driver nya, kedua, kita memastikan bahwa program aplikasi musik yang kita gunakan dapat mendukung ASIO dengan baik.

Semua program aplikasi Steinberg mendukung ASIO (merekan memainkan peranan besar dalam pembuatan ASIO), tapi Cakewalk, contohnya, tidak mendukung ASIO, jadi kita harus menggunakan driver WDM atau MME untuk sound card kita.

Dalam pengalaman pribadi, ASIO nampaknya menjadi driver yang paling baik dengan alat yang telah saya gunakan, tetapi driver ini dulunya kurang didukung oleh sound card dan program aplikasi musik, tapi seiring waktu, banyak sound card yang memulai menyertakan driver ASIO sebagai bagian dari paket penjualannya.

Banyak konsumen yang memiliki sound card tidak mempunyai driver ASIO yang adalah target sebuah studio musik, driver ASIO tidak diperlukan untuk Game, pemutar musik MP3, DVD dan yang lainnya berhubungan dengan tugas normal komputer. Jika kita ada pada situsai ini, kita bisa mencoba  driver ASIO4All yang bisa digunakan untuk semua sound card standard.

www.pelopor.com

Mei 15, 2010

Free MIDI Software

SynthFont 1.410 : Play atau render MIDI files tanpa sound card.
Size: 5.74MB
OS: Win 98/ME/NT/2000/XP/2003/Vista/7
web: http://www.synthfont.com/

www.pelopor.com

Januari 27, 2010

Tutorial Musik Teknologi MIDI

Untuk melihat Tutorial Musik Teknologi MIDI, silahkan langsung kunjungi:
musicmall.com/cmp/tutindex.htm

Januari 5, 2010

Software untuk Home Recording

Software untuk merekam audio & MIDI ada jenis yaitu software shareware (bayar lisensi) dan freeware (bebas bayar). Contoh software yang shareware seperti SONAR, CUBASE, FRUITYLOOP, REAPER (khusus REAPER walaupun masa trial nya sudah habis tetapi fasilitas nya masih bisa digunakan walaupun kita belum membeli lisensi), sedangkan yang freeaware adalah: Music Studio Producer, Sony ACID EXPRESS, MU-LAB, AUDACITY, KRISTAL, dll. dapat di-download dari internet dengan gratis. Selain itu, kalau kita membeli sound card yang khusus audio recording biasanya sudah disertakan sotware audio recording yang cukup bagus dan sudah sangat memadai buat melakukan proses perekaman. Begitu juga efek-efek plugins DirectX maupun VST saat ini sudah banyak tersedia secara gratis di internet.

Ada juga Software untuk mastering yaitu program yang dipakai untuk memproses hasil mixing stereo (2 track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang biasa kamu dengar pada kaset maupun cd komersil dan disebarluaskan. Contoh software tersebut adalah WaveLab dan Sound Forge kalau yang freeware-nya Wavosour, Soundengine dll.

Sumber Info: http://produser-eksekutif.blogspot.com/2008/10/home-recording-atau-rekaman-di-rumah.html

Info Musik Teknologi MIDI: www.pelopor.com

Sound Card untuk Home Recording

Sound card merupakan elemen yang paling penting pada rekaman berbasis komputer, karena kualitas suara yang akan dihasilkan sangat ditentukan oleh sound card ini. Sound card atau biasa juga disebut audio converter terbagi menjadi beberapa bentuk yaitu, onboard, PCI, USB dan firewire. Sound card dengan koneksi USB maupun firewire pada mulanya ditujukan buat para pengguna laptop, tetapi saat ini tidak lagi. Sound card mempunyai resolusi dan sample rate : 16bit/44.1KHz, 24bit/96KHz, 24bit/192KHz dll. Semakin besar resolusi maupun sample rate-nya maka kualitas suara yang dihasilkan akan semakin baik walaupun pada akhirnya lagu akan di-burn ke CD yang hanya memiliki resolusi 16bit/44.1KHz. Jumlah input maupun output sound card ada yang hanya masing-masing 1 dan ada yang 2, semakin banyak jumlah inputnya maka semakin banyak instrumen / sumber suara yang dapat kita rekam secara bersamaan pada satu waktu, misalkan untuk merekam drum dibutuhkan 8 input sehingga snare, tom, floor, kick, crash, chinese, ride, hihat dll dapat direkam secara bersamaan dengan masing-masing track yang terpisah. Tetapi, apabila hanya ingin merekam gitar, bass, vokal atau keyboard secara overdub (satu-persatu / dalam waktu yang tidak bersamaan) maka cukup menggunakan sound card yang memiliki 2 input. Selain itu, biasanya sound card juga memiliki fasilitas koneksi yang berbagai macam seperti digital I/O S/PDIF, AES-EBU, MIDI dll. Contoh sound card khusus audio yang biasa dipakai untuk keperluan rekaman yaitu ESI, M-Audio, Echo, E-Mu dll.

Software-software musik memerlukan driver sound card tertentu agar dapat berfungsi secara optimal. Beberapa macam driver tersebut yaitu:

1. ASIO (dipakai pada Tracktion, Cubase, Nuendo, Logic, Guitar Rig dll)

2. MME (Cooledit, Cakewalk, Cegas, Winamp, dll),

3. WDM (Sonar, Power DVD, dll)

4. GSIF (Gigastudio 2.42 atau diatasnya)

ASIO merupakan driver yang dikembangkan oleh Steinberg dan paling banyak dipakai oleh software-software populer saat ini. Pada sound card onboard, SB Live dan sound card sejenisnya tidak memiliki driver ASIO sehingga akan menghasilkan “latency” yang sangat tinggi pada saat melakukan perekaman. Latency adalah jeda atau keterlambatan sinyal yang terdengar (output) pada saat perekaman (input) dilakukan, biasanya dalam satuan milidetik. Jadi misalkan kita teriak “Aaa” sekarang, maka beberapa milidetik kemudian baru terdengar “Aaa” di speaker / headphone kita. Kalau hanya 1 hingga 5 milidetik tidak masalah, tapi kalau 400 sampai 1000 milidetik apakah dibilang tidak bermasalah? Tapi jangan kuatir, saat ini sudah ada driver ASIO yang dapat dipakai pada sound card biasa tersebut, namanya ASIO4ALL. Driver ini dapat didownload secara cuma-cuma di www.Asio4All.com.

Info: http://produser-eksekutif.blogspot.com/2008/10/home-recording-atau-rekaman-di-rumah.html

Info Kabel MIDI: www.pelopor.com

Januari 4, 2010

Home Recording yang ekonomis

Home recording yang ekonomis maksudnya adalah Home Recording yang pirantinya relatif murah seperti termasuk program audio & MIDI recording yang bahkan ada yang gratis.
Maksud dari Home Recording adalah peralatannya (komputer pc/laptop, kabel midi, program musik audio & MIDI) berskala rumah tinggal, ringkas dan tidak banyak menyita ruangan dalam rumah dan juga praktis, bisa dipindah-pindah serta mudah dalam penggunaannya. Home recording tidak bisa dianggap murahan atau rumahan tetapi Home Recording bisa menghasilkan hasil rekaman yang berkualitas.

Home Recording mempunyai bagian yang terpenting yaitu program atau software musik untuk merekam dan penyuntingan (editing) yang merupakan roh dari suatu sistim komputer untuk melakukan proses merekam audio yang digabung dengan data MIDI.
Selain komputer & software audio & MIDI recording yang berfungsi sebagai Perekam dan Pemroses, ada komponen lainnya yaitu Penghasil data berupa alat musik Keyboard dan Mikrofon.

Sistem berkelas ekonomis dari komputer, hanya dengan prosesor Pentium III yang mempunyai RAM minimal 512 MB + Sound Card (kalau bisa yang mendukung ASIO, supaya saat meng input data MIDI, tidak ada delay saat tuts keyboard ditekan dan suara yang terdengar, kalau sound card tidak support ASIO, kita bisa menggunakan program ASIO4ALL) + Hard disk minimal 10 GB + Sistem Speaker menggunakan Speaker Multimedia atau sistem speaker Compo Player + Software Multi track recorder seperti REAPER (sudah memadai untuk kegunaan merekam audio dan MIDI serta editing yang mudah dan sederhana dan ekonomis bahkan tanpa biaya) + Keyboard MIDI sebagai kontroler data MIDI + Kabel MIDI telah cukup untuk membuat hasil rekaman yang bagus dari Home Recording.

Info Kabel MIDI: www.pelopor.com

Desember 2, 2009

APA YANG PROGRAM AUDIO & MIDI RECORDING DAPAT LAKUKAN

APA YANG PROGRAM AUDIO & MIDI RECORDING DAPAT LAKUKAN

– Record Audio dan MIDI
– Cut, Copy & Paste
– Quantize Sounds dan MIDI
– Play Virtual Instruments dan Samplers
– Create Virtual Musicians, Bands dan Accompaniment
– Organize Sounds dan Song Information
– Change Tempo, Pitch dan Key
– Provide a Sound Effects Library
– Work with Loops
– Import dan Export Sounds
– Produce Soundtracks
– Mix
– Compress Sound
– Create MP3 files

www.pelopor.com

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.