MUSIK TEKNOLOGI MIDI

Mei 30, 2008

Musik untuk Keseimbangan Otak

Filed under: Buku Musik,Musik MIDI,Piano Digital,Teori Musik,Vocal — pelopor @ 11:05 pm

Bila kita pernah menonton film Perancis berjudul Les Choristes (2004) yang berkisah tentang kehidupan di sekolah khusus anak nakal, sekali lagi kita diingatkan betapa keindahan musik dapat mengalahkan kekerasan. Dalam film yang mendapat beragam penghargaan internasional bergengsi itu diceritakan bagaimana bocah-bocah nakal itu akhirnya menjadi “jinak” setelah diajari menyanyi.

Banyak sudah penelitian yang membuktikan bahwa musik memberikan banyak manfaat kepada manusia. Antara lain merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, dan membangun kecerdasan emosional. Musik juga dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri sehingga menyeimbangkan aspek intelektual dan emosional.

Dengan demikian, tidaklah berlebihan bila musik dikatakan sebagai pendidikan humanis. Itulah sebabnya siswa yang terbiasa mendapatkan pendidikan musik akan tumbuh menjadi manusia yang berpikiran logis, cerdas, kreatif, mampu mengambil keputusan, serta mempunyai empati.

Sayangnya pendidikan formal di Indonesia kurang menekankan keseimbangan antara aspek intelektual dan emosi karena hanya menekankan perkembangan intelektual. Buktinya tawuran pelajar sering terjadi dan siswa SD seringkali terbebani dengan padatnya mata pelajaran sehingga sekolah justru mengurangi keceriaan masa kecil anak.

Di Amerika, siswa SD nya, misalnya, mendapatkan pelajaran musik selama 80 menit setiap minggunya, sehingga mereka sudah dapat membuat koor dengan aransemen-aransemen sulit dan memainkan beberapa instrumen. Di tingkat SLTP pelajaran musik diperdalam sesuai minat masing-masing. Pendidikan musik di SMU ditekankan untuk menyusun program-program musik. Sedangkan di Inggris, anak usia TK yang berkemampuan membaca di bawah rata-rata ternyata dapat mengejar ketinggalannya lebih cepat sesudah mengikuti pelajaran musik tambahan. Universitas-universitas di Jepang pun banyak yang mempunyai orkes simfoni sebagai kelanjutan dari pelajaran musik yang diterima di SD, SLTP dan SMU.

Tidak hanya menyeimbangkan otak kiri dan kanan, tapi efek musik juga dapat menyehatkan jiwa, sebagai pendekatan belajar (terutama berhitung), dan mengajarkan sopan santun, sehingga siswa dapat menyalurkan emosinya secara positif untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan. Dengan begitu, niscaya kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat ditingkatkan.

2 Komentar »

  1. tapi sejujurnya saya merasa sayang pada pendidikan musik yang hanya menekankan musik sebagai sarana mencapai kecerdasan…

    padahal yang lebih esensial untuk disampaikan pada anak didik adalah bagaimana caranya mengapresiasi seni sebagai hasil akal budi, bagian dari budaya, bukan hanya sekedar berguna bagi keseimbangan otak…

    apabila musik hanya untuk dilihat atau dipelajari karena akibat yang bisa dibawanya, apresiasi pun hanya sebatas apresiasi guna seni bukan apresiasi seni sendiri.

    Komentar oleh mikebm — Agustus 2, 2008 @ 6:30 pm | Balas

  2. saya setuju dengan pendapat bahwa “pendidkan musik harus diajarkan secara dini di indonesia…telah banyak fakta yang terjadi bahwa musik sangat brperang dalam menyeimbangkan keseimbangan otak kiri dan kanan atau dengan kata lain keseimbangan antara intelektual dan emosional yang harusnya ada sejak dini ditanamkan di negara kita indonesia tercinta…seperti dinegara-negara maju di eopa danamerika…..

    Komentar oleh ady waelenrengnge — Mei 20, 2012 @ 8:40 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: