MUSIK TEKNOLOGI MIDI

April 13, 2008

Komputer digunakan dalam studio Rekaman

Komputer memang sudah menyerbu studio. Lagu Bayangmu yang dinyanyikan Utha Likumahuwa, Malam Minggu (Jopie Latul) atau rekaman lagu-lagu terbaru merupakan contoh hasil rekaman musik yang 100 persen dari MIDI. Tak mengherankan bila suara sumbang pun muncul. Itu musik artifisial, tidak manusiawi dan sebagainya. Memang munculnya sistem MIDI, akan banyak membantu menciptakan berbagai bunyi yang diinginkan oleh pemusik.

MIDI sendiri memang membutuhkan sebuah komputer atau sequencer sebagai penggerak. Hingga kini, sequencer seperti SONAR & CUBASE banyak digunakan para pemusik Indonesia di Studio Rekaman ataupun di rumah dengan sistem Home Recording.

Keterbatasan Sequencer banyak diimbangi dengan hadirnya komputer pribadi (PC) atau laptop/notebook. Sebagaiman komputer, musik yang diterima diubah menjadi data. Data-data digital ini pun kemudian dipindah ke media penyimpan seperti harddisk dan langsung mixing. Tidak mengherankan bila musik yang dihasilkan pun bisa lebih jernih, tanpa noise.

Hadirnya sistem MIDI, membuat sewa studio menjadi murah. Maklum, segalanya bisa dibuat di rumah. Biaya sewa studio, ditambah aransemen sekaligus pemain untuk satu lagu seharga Rp. 600.000,-. Jadi untuk satu kaset yang berisi 10 lagu, seoarng produser cukup mengeluarkan biaya Rp. 6 juta. Master musik yang dikehendaki pun bisa diperolehnya. Biaya ini jelas jauh di bawah harga sewa studio rekaman berikut pemusik pada studio konvensional. (www.pelopor.com)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: