MUSIK TEKNOLOGI MIDI

April 21, 2008

Membangun Home Recording dengan biaya Terjangkau

Filed under: Audio Recording,Home Recording — pelopor @ 7:51 am

Bayangkan, sekarang untuk membuat rekaman musik dapat dilakukan hanya dengan Komputer PC atau Laptop di rumah ditambah MIDI Interface baik Kabel MIDI USB atau pun Kabel MIDI ke Sound Card plus software Sequencer seperti Cakewalk SONAR, Steinberg CUBASE atau Sony ACID. Kalau sekedar untuk belajar membuat rekaman musik dengan teknologi MIDI, program-program musik tersebut bisa di download di Internet secara gratis, dan bila untuk keperluan komersial maka kita perlu membayar harga untuk registrasinya. Selain software yang berbayar juga banyak tersedia program Freeware yang tanpa bayar, dapat di download langsung di internet. Jadi dengan bantuan Komputer + Kabel MIDI USB + Program Musik Sequencer, maka kita sudah memiliki Home Recording di rumah dengan hasil Audio Musik yang bagus sekualitas CD Audio. Prosesnya adalah bermula dari MIDI file yang direkam program Sequencer, setelah di Edit kemudian di Mixdown menjadi file Audio melalui Plug in Software Virtual Instrument VSTi atau DXi yang dapat dilakukan pada SONAR, CUBASE dan ACID untuk menjadikan data-data MIDI menjadi Audio. (www.pelopor.com)

April 13, 2008

Komputer digunakan dalam studio Rekaman

Komputer memang sudah menyerbu studio. Lagu Bayangmu yang dinyanyikan Utha Likumahuwa, Malam Minggu (Jopie Latul) atau rekaman lagu-lagu terbaru merupakan contoh hasil rekaman musik yang 100 persen dari MIDI. Tak mengherankan bila suara sumbang pun muncul. Itu musik artifisial, tidak manusiawi dan sebagainya. Memang munculnya sistem MIDI, akan banyak membantu menciptakan berbagai bunyi yang diinginkan oleh pemusik.

MIDI sendiri memang membutuhkan sebuah komputer atau sequencer sebagai penggerak. Hingga kini, sequencer seperti SONAR & CUBASE banyak digunakan para pemusik Indonesia di Studio Rekaman ataupun di rumah dengan sistem Home Recording.

Keterbatasan Sequencer banyak diimbangi dengan hadirnya komputer pribadi (PC) atau laptop/notebook. Sebagaiman komputer, musik yang diterima diubah menjadi data. Data-data digital ini pun kemudian dipindah ke media penyimpan seperti harddisk dan langsung mixing. Tidak mengherankan bila musik yang dihasilkan pun bisa lebih jernih, tanpa noise.

Hadirnya sistem MIDI, membuat sewa studio menjadi murah. Maklum, segalanya bisa dibuat di rumah. Biaya sewa studio, ditambah aransemen sekaligus pemain untuk satu lagu seharga Rp. 600.000,-. Jadi untuk satu kaset yang berisi 10 lagu, seoarng produser cukup mengeluarkan biaya Rp. 6 juta. Master musik yang dikehendaki pun bisa diperolehnya. Biaya ini jelas jauh di bawah harga sewa studio rekaman berikut pemusik pada studio konvensional. (www.pelopor.com)

Kehadiran MIDI Percepat Revolusi Bunyi

Ketika seorang artis Imaniar melantunkan lagu Hasratku dan Ruth Sahanaya menyanyikan Astaga di TV sambil menebarkan senyum, beberapa pemain musik barangkali harus bersedih hati. Meski di latar belakang ada sejumlah pemain musik sedang beaksi, tapi mereka sekedar bergaya tanpa menimbulkan bunyi sesungguhnya.

Kesedihan para pemusik ini tentu beralasan. Mengingat musik lagu-lagu itu hanya dimainkan oleh satu orang saja. Pemusik yang lain, yang seharusnya memainkan alat? “Silakan tinggal di rumah saja!”

Dunia Musik memang sedang mengalami “revolusi”, dengan hadirnya komputer. Peralatan elektronika yang dianggap bisa menyaingi kemampuan otak manusia itu sudah semakin maju dan menjamah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk musik. Tidak mengherankan bila musik, yang semula dihasilkan oleh sumber suara instrumen akustik – yang mengandalkan prinsip resonansi – kini sudah bisa disimulasikan dengan rangkaian elektronik.

Ditambah lagi keinginan para musisi dan komposer untuk mensimulasikan berbagai jenis musik, baik natural maupun artifisial, membawa perkembangan musik elektronika menuju suatu produk sintesizer yang semula hanya dimainkan melalui keyboard. Perkembangan lebih jauh akhirnya melahirkan suatu sistem yang disebut MIDI (Musical Instrument Digital Interface). Dengan sistem ini, berbagai suara yang ada pun bisa saling berkomunikasi.

“Meski demikian, yang paling utama tetap manusianya. Komputer dengan sistem MIDI, tidak bisa berbuat apa-apa tanpa manusia,” ujar seorang pemain musik yang kini berkecimpung dalam studio MIDI.
http://www.pelopor.com

Teknik Rekaman Suara Digital Semakin Terjangkau (2)

Filed under: 1 — pelopor @ 4:16 am

Dengan adanya terobosan-terobosan teknologi, sekarang bukan hanya data not saja yang bisa direkam oleh komputer, melainkan data Audionya (suaranya) sekaligus. Seperti pada perekaman suara dengan pita, maka data rekaman suara pada sistem ini dapat berupa bunyi apa saja, mulai dari instrumen musik akustik, efek suara semacam halilintar atau bunyi ombak, sampai ke Vokal manusia.

Sistem perekaman suara digital ini sebelumnya sudah dirintis oleh instrumen tipe Synclavier/PostPro, yaitu kombinasi instrumen synthesizer, sequencer serta perekaman suara 8 jalur. Alat tersebut banyak digunakan dalam penulisan dan perekaman musik film, misalnya untuk film Back to The Future III, The Abyss, serta serial Friday The 13th.

Jika semula hanya terjangkau oleh studio-studio rekaman profesional, maka belakangan ini sistem perekaman suara secara digital dengan media cakram juga mulai dapat dinikmati oleh mereka yang anggarannya relatif lebih terbatas. Hal ini dimungkinkan dengan adanya paket-paket perekam suara untuk komputer PC dan Apple Macintosh. (www.pelopor.com)

Teknik Rekaman Suara Digital Semakin Terjangkau

Filed under: Home Recording,MIDI Interface (Kabel MIDI),Musik MIDI — pelopor @ 4:05 am

Dua kemajuan teknologi yang amat signifikan bagi dunia perekaman musik belakangan ini adalah teknologi MIDI sequencing serta disk-based digital audio recording. Teknologi yang disebut pertama tadi merupakan sarana untuk merekam dan memainkan kembali data not musik. Sedangkan yang disebut belakangan merupakan sarana untuk merekam suara ke dalam bentuk digital. Data rekaman suaranya kemudian disimpan dalam bentuk cakram/harddisk. Harap diperhatikan, bahwa pada teknologi perekaman suara ini, yang direkam bukan data not musik, melainkan suara musik itu sendiri, termasuk suara vokal.

Teknik perekaman not musik melalui MIDI, menggunakan sarana yang disebut MIDI sequencer. Sarana ini dapat berbentuk alat khusus seperti Roland MC-500, instrumen musik seperti Korg X3, atau juga program komputer seperti Cakewalk Pro Audio 9, SONAR 6, Steinberg Cubase SX, Ableton, ACID, Powertracks, dll.

Prinsip kerjanya demikian: kita memainkan aransemen musik melalui keyboard atau gitar yang dihubungkan ke sequencer melalui kabel MIDI. Data-data nya lalu disimpan dalam harddisk/disket. Untuk memainkan kembali aransemen tersebut, perekam not tadi dihubungkan dengan kabel MIDI ke instrumen synthesizer, yang akan berbunyi sesuai data MIDI yang dikirimkan oleh perekam (sequencer) not.

April 8, 2008

Cara paling mudah untuk menghubungkan alat musik Keyboard ke PC atau Laptop!

Begitu mudahnya membuat Komputer PC/Laptop/Notebook menjadi sebuah Studio Musik. Dimulai dengan menghubungkan sebuah instrumen musik elektronik yang memiliki port MIDI OUT/IN ke Komputer dengan kabel MIDI USB. Dalam beberapa menit Anda akan dapat memainkan lagu-lagu dari file MIDI begitu juga lagu-lagu dapat direkam di Komputer Anda! Dengan software musik yang tepat, Anda dapat menambah instrumen musik tambahan, kemudian melakukan Edit, Mix, dan bahkan Mencetak lembaran Notasi Musik dari komposisi lengkap Anda. Produk USB MIDI CABLE ini telah lulus sertifikasi CE dan FCC. Kabel ini dapat mendukung Windows XP, Vista, begitu juga Mac OSX.
USB MIDI CABLE

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.